Abu Said al Kharraz rahimahullah pernah ditanya tentang ma’rifat.
Lalu ia menjawab :
“Ma’rifat itu datang lewat dua sisi :
Pertama, dari anugerah Kedermawanan ALLAH langsung, dan kedua, dari mengerahkan segala kemampuan atau yang lebih dikenal sebagai usaha (kasab) seorang hamba.”
Sementara itu Abu Turab an-Nakhsyabi rahimahullah ditanya tentang sifat orang yang arif, lalu ia menjawab :
“Orang arif adalah orang yang tidak terkotori oleh apa saja, sementara segala sesuatu akan menjadi jernih karenanya.”
Ahmad bin ‘Atha’ rahimahullah berkata :
“Ma’rifat itu ada dua : Ma’rifat al-Haq dan Ma’rifat Haqiqat. Adapun Ma’rifat al-Haq adalah ma’rifat (mengetahui) Wahdaniyyah-Nya melalui Nama-nama dan Sifat-sifat yang ditampakkan pada makhluk-Nya. Sedangkan Ma’rifat Haqiqat, tak ada jalan untuk menuju ke sana. Sebab tidak memungkinkannya Sifat Shamadiyyah (Keabadian dan Tempat ketergantungan makhluk)-Nya, dan mengaktualisasikan Rububiyyah (Ketuhanan)-Nya. Karena ALLAH telah berfirman :
“Sedangkan ilmu mereka tidak dapat meliputi (memahami secara detail) Ilmu-Nya”.” (Q.s. Thaha: 110).
“Ma’rifat itu datang lewat dua sisi :
Pertama, dari anugerah Kedermawanan ALLAH langsung, dan kedua, dari mengerahkan segala kemampuan atau yang lebih dikenal sebagai usaha (kasab) seorang hamba.”
Sementara itu Abu Turab an-Nakhsyabi rahimahullah ditanya tentang sifat orang yang arif, lalu ia menjawab :
“Orang arif adalah orang yang tidak terkotori oleh apa saja, sementara segala sesuatu akan menjadi jernih karenanya.”
Ahmad bin ‘Atha’ rahimahullah berkata :
“Ma’rifat itu ada dua : Ma’rifat al-Haq dan Ma’rifat Haqiqat. Adapun Ma’rifat al-Haq adalah ma’rifat (mengetahui) Wahdaniyyah-Nya melalui Nama-nama dan Sifat-sifat yang ditampakkan pada makhluk-Nya. Sedangkan Ma’rifat Haqiqat, tak ada jalan untuk menuju ke sana. Sebab tidak memungkinkannya Sifat Shamadiyyah (Keabadian dan Tempat ketergantungan makhluk)-Nya, dan mengaktualisasikan Rububiyyah (Ketuhanan)-Nya. Karena ALLAH telah berfirman :
“Sedangkan ilmu mereka tidak dapat meliputi (memahami secara detail) Ilmu-Nya”.” (Q.s. Thaha: 110).

